Friday, February 1, 2013

PEMUDA PENGUKIR PERADABAN KEEMASAN

        Sebuah taman indah terbentang luas dengan balutan tanaman - tanaman surga yang menghijau, berjejer rapi, membuat mata terfana setiap yang memandangnya. Di taman itu sebuah negeri jaya raharja tumbuh dengan gagahnya bersimbolkan burung besar yang membentangkan sayap kanan dan kirinya. Sebuah negeri yang memiliki keistimewaan di seluruh dunia karena memiliki sumber daya alam melimpah. Pertambangan Emas, perak, nikel, batu bara semuanya ada di negeri jaya raharja tersebut. Sehingga rakyatnya hidup makmur, tenteram, aman dan seluruh kehidupan rakyatnya terjamin oleh pemerintah di negeri Jaya Raharja tersebut. Pelajar – pelajarnya cerdas, Masyarakatnya baik hati, pemerintahnya tidak suka korupsi. Apalagi pendidikan dan berobat di negeri tersebut semua gratis, Subhanallah begitu makmurnya negeri tersebut. Sehingga setiap orang dari berbagai negera berbondong – bondong untuk mengais rezeki di negeri tersebut. Mulai dari negeri tetangganya Hongkong, China, Malasyia, Arab yang terus mendesak untuk dapat di terima para Tenaga kerjanya untuk bekerja di negeri Jaya Raharja tersebut. “Kayu di lempar akan menjadi Pohon” hal itu dapat terjadi di negeri Jaya sehingga Negeri Jaya Raharja pernah dijuluki zamrud khatulistiwa yang “gemah ripah loh jinawi”. Namun tiba – tiba terdengar suara menggelegar dari negeri tersebut, begitu kagetnya sehingga terbangun dari tidur, ternyata hanya sebuah mimpi dari salah satu masyarakat Negeri Jaya Raharja.

Bagaimana Realitanya ?

         Negeri Jaya Raharja yang pernah dijuluki zamrud khatulistiwa yang gemah ripah loh jinawi, kini tengah terpuruk di segala bidang. Di bidang ekonomi, Negri Jaya Raharja kembali menjadi kelompok negara miskin dengan GNP perkapita hanya sedikit lebih banyak dari Zimbabwe, sebuah negara miskin di Afrika, dan dengan beban utang luar biasa besar. Disebut-sebut lebih dari Rp 1400 trilyun, terdiri Rp. 742 triliun utang luar negeri dan sisanya adalah utang dalam negeri (Forum, 5 Maret 2002).

     Di bidang pendidikan rakyatnya banya yang tidak melanjutkan sekolah kejenjang SMA apalagi keperguruan tinggi. (cari data). Pendidikan di negri jaya Raharja di jadikan sebagai tempat bisnis siswa atau mahasiswanya di perah untuk menghasilkan pundi – pundi uang. Selain itu kebebasan sangat di junjung tinggi di negeri Jaya Raharja tersebut sehingga begitu bebasnya banyak pelajarnya tawuran, seks bebas, Narkoba terus meningkatkan korabnnya di negeri Jaya Raharja tersebut. Disisi lain pemerintahannya yang di harapkan dapat mengayomi masyarakat yang di berikan amanah untuk mengurusi kebutuhan rakyat jusru berbalik menjadi penghancur masyarkat. Uang amanah rakyat banyak di korupsi para pejabat – pejabat pemerintahannya, dan menjual berbagai SDA negeri tersebut ke pihak asing sehingga membuat negeri tersebut kian terpuruk. Negeri manakah itu ? Negeri itu adalah negeri tercinta dimana kita dilahirkan di besarkan dan negeri pertaman kita mengenal sebuah arti kehidupan yaitu Negeri Indonesia.

Apa yang harus di lakukan ?

    Jika kita melihat Problem negera kita sungguh sangat besar bahkan jika di tuliskan tidak cukup jika hanya dengan huruf A-Z. Namun masih ada lilin harapan untuk memunculkan peradaban emas di negara kita ini. Harapan itu terletak di pundak seorang pemuda Yaitu sekelompok barisan pemuda yang dengan tegas dan lantang menjadi agen pembaharu untuk memuwujudkan Indonesia Menjadi Makmur.
Banya hal yang dapat di gambarkan dari sosok pemuda, seandainya sebuah ribuan cahaya bintang yang bersinar saat malam maka pemuda adalah sebuah bulan yang bersinar benderang memancarkan sinarnya untuk menerangi kegelapan. Maka semangat juang pemuda harus di bangkitkan untuk mewujudkan kemakmuran. Selain dari sisi semangat yang meninggi dalam sebuah perjuangan. Seorang pemuda harus memiliki sebuah pondasi yang kokoh yaitu berupa sebuah ideologi. Idelogi harus menjadi pondasi dasara dan sebuah pandangan hidup bagi setiap pemuda yang mengikrarkan dirinya untuk menjadi pejuang kebangkitan.
Ideologi di dunia terdiri dari tiga yaitu Kapitalisme, Komunisme dan Islam. dari ketiga ideologi tersebut islamlah yang paling kokoh membentuk kepribadian para pemuda serta membangun sebuah peradaban yang agung (Peradaban keemasan dibawah naungan Khilafah).

     Di tengah badai besar problematika masyarakat yang terus meningkat hingga membuat negara Indonesia kian terpuruk maka peran pemuda sangat di butuhkan. Pemuda harus mengajak dan menyuarakan pada masyarakat keseluruhan bahwa sumber segala problematika selama ini adalah kesalahan atas sistem yang di gunakan di negeri ini. Sistem kapitalisme yang selama ini diadopsi untuk menjadi landasan kehidupan bangsa ini menjadikan setiap individunya, pemerintahannya dan seluruh lembaga – lembaga di negara tersebut menjadi materialistis (segalanya di lihat dari sudut pandang materi). Sehingga dampaknya Korupsi, Pendidikan Mahal, Rumah sakit Mahal, Bahan Makanan pokok semakin mahal dan masih banyak lagi. Akibatnya yang miskin menjadi semakin miskin dan yang kaya menjadi semakin kaya. Akibat lainyya muncullah sebuah kehidupan yang acuh tak acuh yang masing – masing memikirkan dirinya sendiri (bersikap acuh tak acuh), yang rela melakukan apapun untuk mencukupi kebutuhan hidupnya tanpa memperhatikan dampaknya pada orang lain sehingga muncullah beberapa tindakan – tindakan kriminal.
Pemuda harus bangkit ikut serta dalam barisan perjuangan untuk menjadikan negeri ini negeri makmur gemah ripah loh jinawi. Kita rebut kembali SDA yang selama ini di kuasai asing kita rubah sistem penjajah yang selama ini di asopsi bangsa ini menjadi sebuah sistem yang sering di sebut sebagai sistem Rahmatan lil alamin yaitu sistem Islam.
     Dengan sistem islam kita akan mengukir kembali peradaban ke emasan. Sebuah peradaban yang menjunjung tinggi kemaslahatan umat. Seluruh sumber daya alam di dalam islam tidak boleh di miliki oleh individu dan harus di gunakan untuk kesejahteraan umat berbanding dengan sistem kapitalisme yang selama ini menggerogoti bangsa ini dengan mengambil seluruh SDA yang dimiliki bangsa ini untuk di eksploitasi besar –besaran dan di jual kepada asing.
     Mari bersatu dalam barisan kokoh untuk perubahan. Sebuah teriakan yang harus di tancapkan dalam hati para pemuda “We Are Agent Of Change”. Di tangan para pemudalah sebuah harapan besar perubahan negeri ini menuju lebih baik.
“Jika ada 100 pemuda yang berjuang salah satunya adalah aku”
“Jika ada 10 pemuda yang berjuang salah satunya adalah aku”
“Jika hanya ada 1 pemuda yang berjuang maka itu hanyalah Aku”

No comments:

Post a Comment