Jika
kita berbicara tentang sebuah perubahan atau tentang sebuah kebangkitan, kita
perlu menengok ke belakang. Di sana niscaya kita akan temui sebuah kelompok
orang yang tangguh yang selalu berperan
dalam kebangkitan tersebut siapakah mereka ? mereka adalah pemuda.
Pemuda
senantiasa memiliki peranan penting dalam sebuah kebangkitan. Ghirah (semangat)
ketika usia muda merupakan puncak ghirah (semangat) dari setiap jenjang usia.
Sehingga tidak heran ketika dalam setiap segala perjuangan dalam mewujudkan
kebangkitan ada peran pemuda seperti Pernyataan Bung Karno dalam pidatonya
“Berikanlah 10 pemuda maka akan ku guncang dunia”, hal itu menunjukan bahwa pemuda
memiliki potensi kekuatan yang besar sehingga apabila potensi tersebut di
tuangkan kedalam semangat perjuangan untuk mewujudkan ke maslahatan umat, maka
suatu kebangkitan cemerlang akan dapat muncul di tengah – tengah kita.
Jika
kita menengok ke belakang terdapat sebuah masa, sebuah peradaban yang paling
besar di dunia. Peradaban itu mampu menghasilkan sebuah negara besar yang
membentang dari samudera ke samudra, dari sub tropik hingga ke daerah tropin
dan gurun. Dalam wilayah ke kuasaannya tinggal ratusan juta warganya, yang
terdiri dari berbagai kepercayaan dan bangsa. Kemajuan peradaban ini sangat
dapat terlihat dari berbagai penemuan yang di hasilkan oleh para intelktualnya.
Para arsiteknya mampu mendesain bangunan yang melawan hukum gravitasi. Para
pakar matematikanya mampu menciptakan aljabar, juga Algoritma yang menjadi
landasan pengembangan teknologi di era saat ini. Para dokternya mampu menemukan
berbagai obat yang dapat menyembuhkan beraneka ragam oenyakit. Para pakar
astronominya yang dapat merintis teori seputar perjalanan dan penelitisn luar
angkasa. Selain itu di masa tersebut hampir seluruh rakyatnya hidup makmur dan
sejahtera, sehingga Khalifahnya (pemimpin) pernah kebingungan dalam meyalurkan
zakatnya untuk rakyat miskin pada saat itu, karena seluruh warganya menolak
karena telah merasa hidup sejahtera. Begitu juga dengan kondisi keamanan di
masa tersebut benar – benar sangat terjamin. Masa peradaban siapakah itu ?
yaitu adalah peradaban Dunia Islam di bawah naungan sebuah sistem yang kokoh
yaitu sistem Khilafah yang terjadi pada tahun 800 M hingga 1600 M.
Dalam
kesuksesan peradaban Dunia islam tersebut tentunya Intelektual mudanya memiliki
peranan penting. Karena Pada masa tersebut para pemimpin – pemimpinnya sebagian
besar merupakan pemuda yang tangguh, para peniliti – peniliti muda yang handal
yang melakukan sebuah perjuangan besar demi kepentingan kemaslahatan umat bukan
karena untuk pemenuhan hasrat nafsu pribadi atau karena sebuah sifat
materialistis seperti yang tampak pada para pemudanya saat ini. Hal demikian
itu dapat terjadi karena landasan dalam sebuah pemikiran yang di adopsi dimasa
tersebut bukan sebuah landasan biasa (sebuah landasan dari pemikiran manusia)
tapi sebuah landasan istimewa yang berasal dari Allah SWT yaitu Al Qur’an
sehingga muncullah pemikir – pemikir cemerlang dan pemimpin – pemimpoin yang
tangguh.
Namun pada faktanya, kondisi pemuda saat ini
benar-benar telah terperangkap dalam kehidupan yang menyesatkan. Mulai dari
Hedonisme (berfoya – foya), Fanatisme (sifat ke fanatikan yang membabi buta),
kebodohan, hilangnya jati diri, acuh tak acuh (tak peduli dengan kondisi saat
ini), dan jauh dari aturan Tuhan (Allah SWT). Begitu juga dengan para pemuda
yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang di idam – idamkan menjadi
pemuda intelektual generasi penerus bangsa yang di harapkan menjadi tonggak
estafet juga terdampar dalam sebuah ke dangkalan pemikiran materialisme,
sehingga dalam menuntut ilmu yang ada di benaknya bukanlah untuk mewujudkan
kemaslahatan umat tapi yang ada di fikirannya justru “akan kerja kemana setelah
lulus?”, “gaji saya berapa setelah lulus?” . sehingga tidak heran jika sekarang
ini negeri kita Indonesia yang sumber daya alamnya sangat melimpah di
eksploitasi besar – besaran oleh asing dan disana ada banyak intelektual muda
yang justru bekerjasama dengan asing. dalam pengurusan umat ini juga berbagai
pertentangan yang tidak terhitung jumlahnya. Semuanya itu telah menenggelamkan
generasi muda yang polos ke dasar laut yang sangat dalam dan berombak besar.
Maka sebuah solusi dalam upaya mewujudkan sebuah
peradaban yang gemilang kembali di tengah – tengah kita maka yang peran pemuda harus di optimalkan yaitu peran
intelektual muda yang benar – benar memiliki sebuah pemikiran cemerlang yang
memiliki landasan yang kokoh dalam pemikirannya.
Beberapa hal yang perlu di tanamkan dalam setiap
diri Intelktual muda yang telah menisbatkan dirinya sebagai seorang yang
memeiliki ilmu yang menjadi harapan generasi penerus bangsa, yaitu :
a. Memiliki
sebuah keyakinan yang kokoh.
Landasan yang
harus depnuhi dalam hal ini yaitu sebuah landasan ke yakinan akan suatu zat
yang di yakini lebih hebat dari dirinya yaitu Allah Swt. Sehingga konsekuensi akan sebuah keyakinan
tersebut mengharuskan bagi seorang Intelektual muda untuk melaksanakan segala
bentuk perintah dan laranganNya sehingga dapat menjadi sebuah kontrol dalam
segala aspek hidupnya.
b. Memiliki
Ideologi yang Mantap.
Ideologi
merupakan way of life bagi setiap
individu. Dengan ideologi yang mantap maka seseorang itu akan memiliki
kepribadian yang mulia dan pemikiran yang cemerlang. Ideologi yang bersumber
dari yang Maha benar yaitu Allah SWT. Dengan Ideologi tersebut maka seorang
intelektual muda memiliki pandangan hidup yang di terapkan dalam kehidupannya sehari
– hari.
c. Memiliki
motifasi yang tinggi
Motifasi
tinggi yang di maksud ada dua hal yaitu motifasi tinggi dalam mengurusi umat/
mewujudkan ke maslahatan umat dan motifasi yang tinggi dalam mengontrol dirinya
untuk senantiasa istiqomah dalam perjuangan untuk mewujudkan kemaslahatan umat
tersebut. Hal itu sangat di perlukan, karena dengan demikian seorang
intelektual muda akan memiliki sebuah motifasi yang tinggi dalam sebuah
penelitian – penelitian atau menciptakan suatu alat hal itu benar – benar
bertujuan untuk kemaslahatan umat bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau
hanya memenuhi sifat materialistis.
Pemuda harus bangkit dari kedangkalan sebuah
pemikiran menuju pemikiran yang cemerlang (fikrul mustanir). karena, tidak
dapat di pungkiri meskipun sekarang ini ilmu – ilmu pengetahuan berkembang
lumayan pesat tapi di salah satu sisi kedangkalan pemikiran di sisi lain
mengalami kemerosotan yang cukup dalam, seperti ke bebasan kehidupan yang
sebebas – bebasnya, kemerosotan kepedulian terhadap kemaslahatan umat dan masih
banyak lagi sehingga berkembang pesatnya ilmu pengetahuan sekarang ini tidak
membawa dampak yang besar bagi kemaslahatan umat karena di salah satu sisi
kerusakan moral dan pudarnya jati diri seorang agent of change yang membawa ke
maslahatan umat telah sirna dalam benak para intelektual. Sehingga dengan
sebuah pemikiran yang cemerlang maka akan terlahirlah Intelektual – intelektual
muda yang tangguh yang akan membawa peradaban ini menuju peradaban yang
gemilang. Sebuah peradaban yang menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan yang
tinggi dengan sebuah landasan yang kokoh, yang mengajarkan untuk mengedepankan
kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi dengan kontrol sebuah aturan yang
bersumber dari yang maha benar Allah SWT, sebuah peradaban yang memiliki
Ideologi yang kokoh yaitu idelogi Islam.
Oleh
: Miptakhul Hudha
Fakultas
Teknologi Pertanian/Universitas Brawijaya

No comments:
Post a Comment