Friday, February 1, 2013

We Are Agent of Change


 
Jika kita berbicara tentang sebuah perubahan atau tentang sebuah kebangkitan, kita perlu menengok ke belakang. Di sana niscaya kita akan temui sebuah kelompok orang  yang tangguh yang selalu berperan dalam kebangkitan tersebut siapakah mereka ? mereka adalah pemuda.
Pemuda senantiasa memiliki peranan penting dalam sebuah kebangkitan. Ghirah (semangat) ketika usia muda merupakan puncak ghirah (semangat) dari setiap jenjang usia. Sehingga tidak heran ketika dalam setiap segala perjuangan dalam mewujudkan kebangkitan ada peran pemuda seperti Pernyataan Bung Karno dalam pidatonya “Berikanlah 10 pemuda maka akan ku guncang dunia”, hal itu menunjukan bahwa pemuda memiliki potensi kekuatan yang besar sehingga apabila potensi tersebut di tuangkan kedalam semangat perjuangan untuk mewujudkan ke maslahatan umat, maka suatu kebangkitan cemerlang akan dapat muncul di tengah – tengah kita.
Jika kita menengok ke belakang terdapat sebuah masa, sebuah peradaban yang paling besar di dunia. Peradaban itu mampu menghasilkan sebuah negara besar yang membentang dari samudera ke samudra, dari sub tropik hingga ke daerah tropin dan gurun. Dalam wilayah ke kuasaannya tinggal ratusan juta warganya, yang terdiri dari berbagai kepercayaan dan bangsa. Kemajuan peradaban ini sangat dapat terlihat dari berbagai penemuan yang di hasilkan oleh para intelktualnya. Para arsiteknya mampu mendesain bangunan yang melawan hukum gravitasi. Para pakar matematikanya mampu menciptakan aljabar, juga Algoritma yang menjadi landasan pengembangan teknologi di era saat ini. Para dokternya mampu menemukan berbagai obat yang dapat menyembuhkan beraneka ragam oenyakit. Para pakar astronominya yang dapat merintis teori seputar perjalanan dan penelitisn luar angkasa. Selain itu di masa tersebut hampir seluruh rakyatnya hidup makmur dan sejahtera, sehingga Khalifahnya (pemimpin) pernah kebingungan dalam meyalurkan zakatnya untuk rakyat miskin pada saat itu, karena seluruh warganya menolak karena telah merasa hidup sejahtera. Begitu juga dengan kondisi keamanan di masa tersebut benar – benar sangat terjamin. Masa peradaban siapakah itu ? yaitu adalah peradaban Dunia Islam di bawah naungan sebuah sistem yang kokoh yaitu sistem Khilafah yang terjadi pada tahun 800 M hingga 1600 M. 
Dalam kesuksesan peradaban Dunia islam tersebut tentunya Intelektual mudanya memiliki peranan penting. Karena Pada masa tersebut para pemimpin – pemimpinnya sebagian besar merupakan pemuda yang tangguh, para peniliti – peniliti muda yang handal yang melakukan sebuah perjuangan besar demi kepentingan kemaslahatan umat bukan karena untuk pemenuhan hasrat nafsu pribadi atau karena sebuah sifat materialistis seperti yang tampak pada para pemudanya saat ini. Hal demikian itu dapat terjadi karena landasan dalam sebuah pemikiran yang di adopsi dimasa tersebut bukan sebuah landasan biasa (sebuah landasan dari pemikiran manusia) tapi sebuah landasan istimewa yang berasal dari Allah SWT yaitu Al Qur’an sehingga muncullah pemikir – pemikir cemerlang dan pemimpin – pemimpoin yang tangguh.
Namun pada faktanya, kondisi pemuda saat ini benar-benar telah terperangkap dalam kehidupan yang menyesatkan. Mulai dari Hedonisme (berfoya – foya), Fanatisme (sifat ke fanatikan yang membabi buta), kebodohan, hilangnya jati diri, acuh tak acuh (tak peduli dengan kondisi saat ini), dan jauh dari aturan Tuhan (Allah SWT). Begitu juga dengan para pemuda yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang di idam – idamkan menjadi pemuda intelektual generasi penerus bangsa yang di harapkan menjadi tonggak estafet juga terdampar dalam sebuah ke dangkalan pemikiran materialisme, sehingga dalam menuntut ilmu yang ada di benaknya bukanlah untuk mewujudkan kemaslahatan umat tapi yang ada di fikirannya justru “akan kerja kemana setelah lulus?”, “gaji saya berapa setelah lulus?” . sehingga tidak heran jika sekarang ini negeri kita Indonesia yang sumber daya alamnya sangat melimpah di eksploitasi besar – besaran oleh asing dan disana ada banyak intelektual muda yang justru bekerjasama dengan asing. dalam pengurusan umat ini juga berbagai pertentangan yang tidak terhitung jumlahnya. Semuanya itu telah menenggelamkan generasi muda yang polos ke dasar laut yang sangat dalam dan berombak besar.
Maka sebuah solusi dalam upaya mewujudkan sebuah peradaban yang gemilang kembali di tengah – tengah kita maka yang  peran pemuda harus di optimalkan yaitu peran intelektual muda yang benar – benar memiliki sebuah pemikiran cemerlang yang memiliki landasan yang kokoh dalam pemikirannya.
Beberapa hal yang perlu di tanamkan dalam setiap diri Intelktual muda yang telah menisbatkan dirinya sebagai seorang yang memeiliki ilmu yang menjadi harapan generasi penerus bangsa, yaitu :

a.       Memiliki sebuah keyakinan yang kokoh.
Landasan yang harus depnuhi dalam hal ini yaitu sebuah landasan ke yakinan akan suatu zat yang di yakini lebih hebat dari dirinya yaitu Allah Swt.  Sehingga konsekuensi akan sebuah keyakinan tersebut mengharuskan bagi seorang Intelektual muda untuk melaksanakan segala bentuk perintah dan laranganNya sehingga dapat menjadi sebuah kontrol dalam segala aspek hidupnya.

b.      Memiliki Ideologi yang  Mantap.
Ideologi merupakan way of life bagi setiap individu. Dengan ideologi yang mantap maka seseorang itu akan memiliki kepribadian yang mulia dan pemikiran yang cemerlang. Ideologi yang bersumber dari yang Maha benar yaitu Allah SWT. Dengan Ideologi tersebut maka seorang intelektual muda memiliki pandangan hidup yang di terapkan dalam kehidupannya sehari – hari.

c.       Memiliki motifasi yang tinggi
Motifasi tinggi yang di maksud ada dua hal yaitu motifasi tinggi dalam mengurusi umat/ mewujudkan ke maslahatan umat dan motifasi yang tinggi dalam mengontrol dirinya untuk senantiasa istiqomah dalam perjuangan untuk mewujudkan kemaslahatan umat tersebut. Hal itu sangat di perlukan, karena dengan demikian seorang intelektual muda akan memiliki sebuah motifasi yang tinggi dalam sebuah penelitian – penelitian atau menciptakan suatu alat hal itu benar – benar bertujuan untuk kemaslahatan umat bukan hanya untuk kepentingan pribadi atau hanya memenuhi sifat materialistis. 

Pemuda harus bangkit dari kedangkalan sebuah pemikiran menuju pemikiran yang cemerlang (fikrul mustanir). karena, tidak dapat di pungkiri meskipun sekarang ini ilmu – ilmu pengetahuan berkembang lumayan pesat tapi di salah satu sisi kedangkalan pemikiran di sisi lain mengalami kemerosotan yang cukup dalam, seperti ke bebasan kehidupan yang sebebas – bebasnya, kemerosotan kepedulian terhadap kemaslahatan umat dan masih banyak lagi sehingga berkembang pesatnya ilmu pengetahuan sekarang ini tidak membawa dampak yang besar bagi kemaslahatan umat karena di salah satu sisi kerusakan moral dan pudarnya jati diri seorang agent of change yang membawa ke maslahatan umat telah sirna dalam benak para intelektual. Sehingga dengan sebuah pemikiran yang cemerlang maka akan terlahirlah Intelektual – intelektual muda yang tangguh yang akan membawa peradaban ini menuju peradaban yang gemilang. Sebuah peradaban yang menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan yang tinggi dengan sebuah landasan yang kokoh, yang mengajarkan untuk mengedepankan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi dengan kontrol sebuah aturan yang bersumber dari yang maha benar Allah SWT, sebuah peradaban yang memiliki Ideologi yang kokoh yaitu idelogi Islam.

Oleh : Miptakhul Hudha

Fakultas Teknologi Pertanian/Universitas Brawijaya

No comments:

Post a Comment